Menahan amarah

Seringkali kita mengingatkan seseorang ataupun anak kecil dengan kalimat “Jangan marah, sabar..” bak orang bijak ketika mereka sedang ‘muntab’ atau jengkel dengan seseorang. Kalimat ‘advice’ itu mudah sekali keluar dari mulut kita, tapi ternyata susah sekali untuk diaplikasikan jika itu melanda diri kita sendiri. ya nggak?

Ternyata memang mengendalikan amarah itu tidak segampang menasehati orang untuk tidak marah. Ketika hati sudah dikecewakan, ketika janji tidak ditepati, ketika apa yang sudah diusahakan berakhir sia-sia karena ulah orang lain yang sama sekali tidak merasa bersalah.. yakin anda tidak marah?

Jadi, sebenernya saya sedang sebal dengan seorang karyawan di kantor, sebut saya Mr. X. Kemarin, kami sudah janjian by phone untuk minta ijin ke lab karena Mr X memang ditugasi untuk menjaga lab. Mr X sudah oke. Kunci biasanya beliau yg bawa, tp pernah juga kunci dititipkan ke satpam. Nah hari ini, ketika saya minta kunci ke satpam, ternyata mereka ga nyimpen kunci, katanya kunci yang bawa Mr. X. Saya telponlah Mr.X dua kali, dan tidak diangkat semua. Akhirnya saya samperin ke ruangannya dan kata staf lain beliau ga dateng, kata staf lainnya beliau ga masuk dan ga pamit, katanya ada hajatan di rumah tetangga. Oh Bagus! Dihubungi-dihubungi-dihubungi dan tidak diangkat. good! Si  Mr X ini emang terkenal agak kurang profesional gitu kalau kerja, jadi sering suka jengkel orang.. hehee..

Kenapa saya panik?

Jadi saya mau memindah sample darah yang ada di kulkas di lab dia ke lab lain karena besok dan seminggu kedepan bakal ada pemadaman listrik dari pagi hingga malam. Dan di lab tersebut belum dipasang genset karena memang lab baru, sehingga jika listrik padam, kulkas mati, dan sample apa kabar? ya rusaklah lah kalau di suhu ruang. miris. itu sample ngedapatinnya sampai nangis darah je.. sampe setiap hari harus pulang malem, bahkan saking hectic, capeknya, saya sampai menderita sakit yang ga pernah saya alami sebelumnya. dan total biaya untuk itu udah puluhan jutaaa.. makanya harus diselamatin.

Jadi wajarkan saya marah? tapi setelah dipikir-pikir saya mau marah sama siapa? Mau marah juga si Mr X tetep ga dateng. Mau marah juga besok tetep ada pemadaman listrik. Jadi, setelah dipikir2 percuma juga ya marah, bikin capek hati.. karena ketika marah sistem dalam tubuh itu berubah. bikin ga nyantai dan lama-lama bikin stress sendiri. Stress itu efek negatifnya buanyak banget, terutama dampak ke kesehatan.

Jadi, saya pilih –> ya udahlah, berdoa sama Allah, dan sabar.

Life must go on guys.. ngerjain yang lain aja hehe..daripada berlarut-larut mikirin orang yg bikin kita jengkel. Toh apapun di dunia ini semua diperhitungkan sama Allah, meskipun sebesar zarrah pun akan ada balasannya. Jadi biar Allah yang ngasih balasan kalau orang itu emang bener-bener salah.

Dan saya baru sadar kenapa sampai ada pepatah orang yang paling hebat bukanlah orang yang paling kuat tapi dia adalah orang yang mampu mengendalikan amarah. Jadi, emang bener, orang yang bisa menahan amarah ketika dia benar-benar pantas untuk marah adalah orang yang hebat!

Sebenernya sih, kita boleh lo ngebalas orang ketika kita disakiti. Keren ya, ini pasti Allah paham banget nih kalau menahan amarah itu emang susah, yaiyalah Allah kan yang menciptakan kita.. tapi Allah lebih seneng kalau kita mengambil sikap to be patient instead of to be angry.

dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar.” [QS An Nahl: 126]

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s