Aku Mengadu Kepada Nya

Ketika aku mengadu kenapa kebaikan-kebaikan tak berbalas.  Ketika aku kecewa kenapa yg didapat tidak sesuai dg iming2 yg dijanjikan. Dan ketika itu semua malah membuatku semakin menjauh dari Mu..

Bodoh.

Sesungguhnya saat itu aku telah menjadi manusia terbodoh. Bodoh sekali, krn berpikir nikmat Nya hanya sebatas materi dan semua terlihat wah ketika terukur dg uang. Bodoh sekali, karena sebegitu piciknya menafsirkan nikmat. Bukankah Dia tidak pernah bilang bahwa nikmat = uang. Aku sj yg begitu bodoh mensubstitusikannya hanya dg uang. Padahal banyak hal yg bisa disubstitusikan dg kata “nikmat”. ah.. aku memang bodoh. bukankah ustadz jg sudah sering bilang? lalu kemana ilmu2 dr kajian yg katanya sering didatengi? ah.. sekali lali aku bodoh, krn dalamnya ilmu tak selalu berkorelasi positif dg frekuensi kehadiran kajian.

Buta.

Saat itu juga aku berarti telah menjadi manusia buta. Buta akan nikmat Nya yg begitu luas. Tak terlihatkah disekeliling? Aku tak harus berpanas2 ria berkeliling menjaja makanan ala kadar, aku jg tak harus mengeluarkan suara sumbang ini ditengah bising kendaraan lalu lalang. Bahkan aku tak harus menahan bau dan malu harus mengepul barang dr tmpat sampah satu ke tempat sampah lain, pun aku tak harus menanggalkan baju kebesaran bernama harga diri untuk meminta belas kasihan orang demi segenggam receh. Ah, mata ini memang tidak buta, tapi bagaimana dengan hati?

Pelajarannya adalah, jangan su’udzon sama Allah. Kita ini apa sih, makhluk lemah tak berdaya dan tak tahu apa-apa tanpa Nya kok sok-sok men-judge, mengatur dan mendikte Allah. Yakin aja sama Allah, meskipun aku juga ngrasain kadang ketika yg diharap tidak kunjung tercapai, perasaan kecewa itu pasti muncul. Ya wajar, krn manusia punya nafsu dan perasaan. Tapi jgn sampai kadar kekecewaan kita menuntun kita utk su’udzon sama Allah.

Susah? Ya, memang perlu dibiasakan..
Biasakan untuk sejak awal ikhtiar udah yakin dan tanam dlm hati bahwa sgl sesuatu Allah yg menentukan, lingkup manusia itu hanya berikhtiar lwt usaha dan doa. Jd, ketika endingnya tdk sesuai harapan kita, setdaknya:
1) kita ga akan kecewa2 bgt.,
2) insya Allah kita bakal ngrasa usaha ga sia2 meski ga berhasil. Krn biasanya org yg udah menyertakan Allah sjk awal ikhtiarnya, biasanya selalu menikmati dan mensyukuri proses🙂

Mari belajar bersama utk slalu memperbaiki diri.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s