i wanna…

Tiba-tiba aku menjadi seseorang yang workaholic.

Ya, tiba-tiba kehidupan ini berubah. Tiba-tiba kebiasaan-kebiasaan yang sudah melekat selama ini hilang entah ke mana. Tiba-tiba aku bingung. Seperti orang yang baru saja tiba di tempat baru, dia mengalami culture shock. ya, perubahan yang terjadi begitu mendadak akan membuat seseorang shock. Dan akhirnya, pekerjaanlah yang jadi pelarianku.

7 dari 10 sahabat dekatku menikah. Galau? tidak, aku tidak galau. aku bahagia dengan pernikahan mereka. aku bahagia dengan kehidupan baru mereka, apalagi Alhamdulillah banget Allah langsung memberikan kebagian lagi buat mereka yaitu calon pejuang baru dalam kandungan mereka.

Tapi, 1 bulan kemudian, 2 bulan kemudian.. suddenly i feel lonely.
Perubahan ini benar-benar cepat, tanpa waktu yang cukup untuk ambil persiapan menata perubahan dalam kebiasan ini.
Jadi, begini ya, mereka adalah orang yang berada di sekelilingku sejak dulu. Sedikit banyak mereka jelas mempengaruhi kebiasaan dan keseharianku. Jadi, dengan tidak adanya mereka, jelas hidupku akan berpengaruh, sedikit banyak.

————————

Aku ingin, mengajak pergi sekedar minum kopi bersama di sore hari,
Tapi, sungkan itu datang menyapa,
ah, sudah ada seseorang lain yang menunggunya untuk menikmati teh bersama.
Aku ingin, menikmati malam di tempat yang baru,
tapi, tau diri ini datang menghampiri,
ah, sudah ada seseorang yang menunggunya makan malam bersama,

Padahal,

Kemarin, masih jalan-jalan ber-3, ber-6, ber-8. Kemarin, malam-malam masih keluyuran hanya sekedar cari tempat curhat. Kemarin, yang masih suka hunting kuliner sekedar melepas penat. Kemarin, yang masih pergi kajian bareng-bareng, kemarin yang masih jadi panitia ngadain event bareng, kemarin yang masih ribut, bingung, pusing mikirin adik-adik yang susah diatur, kemarin yang masih ketawa-ketawa bareng saat nglembur kerjaan masjid, kemarin yang masih sampai malam rapat membahas agenda kedepan. Iya, kemarin 6 bulan yang lalu. Bahkan 4 bulan yang lalu. Kita masih melakukan itu semua.

Tenang sobat, aku bahagia kalian telah menggenapkan separuh agama kalian. Jujur aku bahagia. Mendengar perjuangan kalian selama ini, mendengar cerita perjalanan kalian semua selama ini, mendengar bagaimana beratnya menahan godaan setan yang senantiasa datang di setiap ada celah. Mendengar kisah tentang perjuangan kalian meyakinkan keluarga kalian masing-masing. Mendengar kisah tentang penolakan, mendengar kisah tentang pengkhianatan, mendengar kisah tentang fitnah di sana sini, mendengar kisah tentang kebimbangan, mendengar kisah tentang betapa beratnya perjuangan moving on, mendengar kisah tentang keberuntungan, dan mendengarkan kisah-kisah perjuangan kalian yang lain. Dan Allah menyudahinya dan memberikan hadiah terbaik untuk kalian semua atas usaha kalian itu.

Aku bahagia atas itu semua.
lalu apa yang perlu aku sedihkan?
🙂

Doakan aku sobat, semoga jalan panjang sendiri ini cepat berakhir juga, dilanjutkan dengan jalan bersama seseorang. Seseorang terbaik, kado terindahNya untukku, kado terbaik dari-Nya untukku.

Yogya, 18 Januari 2015
Ruang kamar, sore hari, ditemani suara hujan deras

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s