Yourself

Mungkin mereka bulan, tapi ingat kau matahari, cahaya mereka darimu…

Quote yg juga merupakan lirik lagu tersebut, sejak sebulan ini mengusik pikiranku. Simple but true.

Kita sebagai manusia diciptakan memiliki nafsu dan keinginan. Dan akibat dari rasa itu maka lahirlah perasaan yg kita kenal dengan kepuasan dan kekecewaan.

Kita puas ketika hasrat dalam diri kita terpenuhi. Namun, seringnya kita tidak pernah puas dengan apa yang telah kita capai dan kita miliki sehingga muncullah kekecewaan. Kekecewaan yang berlarut-larut akan melahirkan sifat iri.

Iri inilah yang sering-sering-sering kali membuat hati kita buta. Buta akan nikmat yang telah diberikan Allah pada kita. Buta akan kemampuan sebenarnya diri kita. Kita hanya melihat indahnya orang lain, kita hanya melihat kesuksesan orang lain, kita hanya melihat keberuntungan orang lain tanpa mau melihat usaha/jerih payah di belakang mereka. Lalu kemudian kita bandingkan dengan diri ini yang tidak sehebat mereka, tidak seterkenal mereka, tidak se-inspiring mereka.

Ya, kita sering terjebak dalam kondisi seperti itu. Melihat orang lain selalu lebih wah dari kita. Rumput tetangga selalu lebih hijau dari rumput di halaman sendiri.

mungkin perlu menjadi pengingat bahwa..

Mereka tak sempurna, sama juga dengan dirimu
jangan risaukan celahmu.. 

bermanfaatlah bagi sekitarmu

Tak ada manusia yang sempurna karena kesempurnaan hanya milik Allah semata. Mereka sama tak sempurnanya denganmu, tapi mereka bisa. Kita pasti juga bisa.

Mereka memang indah seperti bulan di malam hari. meneduhkan. Tapi siapa tahu kalau kitalah mataharinya! Berarti kita lebih hebat, cuman karena kita terlalu silau orang jadi tak bisa melihat kita. Kita mungkin terlalu hebat sampai-sampai kita bingung dengan kehebatan kita, sampai-sampai kita tidak fokus dengan kelebihan kita, tapi kita terlalu fokus dengan kekurangan-kekurangan kita.. sampai akhirnya orang lain yang tahu dan memanfaatkan kehebatan kita..

Kalau begitu, sejatinya kita lebih hebat ya? Cahaya mereka dari kita lo.. Ya, berarti sekarang saatnya buat kita untuk belajar bagaimana mengolah energi yang begitu besar ini agar tidak sia-sia.

Tapi, tak perlu risau, kita juga tidak perlu berbuat baik hanya untuk dilihat orang. Berbuat baiklah terus, tanpa peduli orang melihatmu atau tidak.. tanpa peduli orang sadar tidak,

kita hanya perlu yakin satu hal, bahwa Allah tahu, Allah sadar, dan Allah maha adil🙂

This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s