I miss this moment

Siang tadi kakak pertamaku datang ke rumah. Ini sudah 1,5 tahun kami tidak tinggal bersama lagi karena sejak menikah dia pindah dan tinggal bersama suaminya.

Kedatangan kakakku ke rumah adalah momen yg biasa saja. Ya.. Karena memang hampir setiap siang dia transit ke rumah sekedar menyapa kami, sekedar mampir minum, sekedar numpang tidur. Numpang? Sepertinya kata ini tidak tepat digunakan, ini rumahnya, dan kapanpun akan tetap jadi rumahnya.

Siang ini, pas kebetulan aku dan adiku di rumah. Dengan adanya adikku, langsung dia bilang, “mbak buatin jamur crispy yaaaa”. Langsung aku ikut menyetujui ide adikku ini. Yah, sebagai informasi, mbakku ini dulu adalah spesialis jamur crispy dan tempe goreng di keluarga kami.

Lucu ya, kami ini punya spesialisasi sendiri2 dalam hal masak-memasak. Jamur krispi bikinan mbakku ini enak, rasanya passss. Nah, kalau adikku dia spesialisasi kentang goreng. Pokoknya masalah perkentangan serahkan ke dia, dengan catatan kentangnya sudah siap goreng..hahaaa. Dia paling suka yg merk fi**ta atau golden f*rm. Sebenarnya intinya adiku ini spesialisasi makanan beku siap goreng..hahaa. Karena dia ga suka ribet.

Lain lagi sama kakak keduaku. Masku ini dia paling suka beli bumbu-bumbu aneh di supermatket. Jadi, kalau belanja bulanan ibu ngajak masku, sudah dipastikan nanti di dapur bakal ada macam-macam bumbu aneh. Bumbu nasi goreng, rendang, tomyam, kare jepang, dan semacamnya. Yang dia beli akhir2 ini adalah bumbu racik mi goreng/rebus, soup ayam. Mending ya kalau dia beli itu lalu dia yang masak. Nah, ini yang ada,”Diiin, buat ini Din!” sambil mengatung2-atungkan bumbu didepanku atau ibuku.. Yaelaaa bro, bikin sendiri knapa? Itu kan bumbu udah racikan tinggal cemplung2 doang..
Itu sih masih mending ya, dulu dia sering belinya bumbu2 dasar yang aneh-aneh gitu: oregano, basil, pala bubuk, lada hitam bubuk, saus inggris, saus tiram, saus bangkok, dan saus saus yg lain -,-” .

Jadi gini ya, sebenarnya ga masalah dia beli bumbu-bumbu seperti itu tapi buaaaaaaat apa???? Buat apaa coba? Sekarang kita analisis, oregano dan basil ini buat masak apa coba? Pizza, burger, spageti..ok tapi ya masa mau tiap hari? Nggak kan paling juga setahun 2x doang. Padahal dia belinya yang kemasan botol 10cm gitu. Itu bumbu sudah >2tahun dan sampai sekarang pun masih setengah lebih. Pala bubuk dia beli gara-gara mau masak apa gitu aku lupa. Dia belinya yg gedhe seukuran oregano dan basil gitu..padahal aku kasih tau ya, ibuku aja beli satu biji pala seukuran biji nangka (beton) berbulan-bulan ga habis. Karena makenya dikit banget seiris doang, kalau kebanyakan ga enaaaak. Mubadzir tau ga sih, baru dipake sebentar udah berjamur lagi itu pala. Saus inggris, saus tiram juga cuma dipake dua tiga kali satu sendok makan lagi takarannya, dia belinya yang botolan ukuran saus ABC kaca yg tanggung itu.. Buaaat apa?? Dia memang jagonya menghabiskan uang.. Huuuft.

Daripada emosi ngomongin dia, kita pindah ke papah saja. Papah ku ini spesialisasinya mi goreng dan nasi goreng. Hmmm.. Pokoknya mi instan goreng paling enak itu bikinan papah. Jadi, kalau kalian bikin mi instan sesuai petunjuk, kami tidak. Mi nya benar-benar digoreng ditambah bumbu, sawi hijau, wortel, dan kol. Sampai-sampai aku ga tau kalau mi instan goreng itu sebenarnya bikinnya direbus. -,- Tapi sejak kita tahu kalau keseringan mu instan itu tidak baik, sejak itu keluarga kami tidak pernah membuat mi instan lagi. Dan papah pun kehilangan hobinya di dapur. Sekarang papah sudah tidak pernah masak-masak lagi. Karena gula nya yang tinggi beliau sudah jarang makan malam. Jadi, jarang masak malam-malam padahal papah ada waktu masakin kita ya cuma malam. Sedih..

Aku? Aku sih orangnya random bgt. Apapun kalau ada resepnya bisa aku buat. Tapi, biasanya adik dan kakakku menyebutku spesialis makanan aneh. Jadi, kalau mereka lg pingin yg aneh-aneh, pasti langsung nyuruhnya aku. Misal spagheti, takoyaki, risoles, burger, sandwich, kare, roti bakar, pisang bakar, mix juz, minuman campur-campur.. Hahaa pokoknya random bangetttt.

Kalau ibuku, apapun bisa! Eh ada yang ga bisa ding. Makanan beliau enak-enak! Apalagi jenis masakan desa. Eh iya, ibuku ga bisa masakan2 modern jaman sekarang. Karena ibuku tidak suka makanya tidak pernah bikin. Masakannya ya sayur-sayur yang sering kita lihat di warung ramesan gitu.. Tapi rasanya enak.bikinan ibu. Ibu itu juga jago bikin kue. Setiap lebaran kami tidak pernah absen bikin kue.

Oh iyaaa, jadi kemana-mana pembicaraannya. Jadi, akhirnya mbakku mau bikinin kita jamur krispi. Nah pas mbakku bikin, aku kepikiran ide buat bikin saus teriyaki. Nah, akhirnya kami masak bareng. Kolabirasi kami menciptakan “Jamur Teriyaki”. Rasanya udah kaya di warung2 jepang gitu :)))
Pas kami masak bareng, rasanya tuh.. Seneng gitu.. Kayak udah lamaaaaaa banget ga ngrasain perasaan ini. Masak tuh terasa menyenangkan.

Ternyata aku kangen. Aku kangen masak bareng mbak dan ibu. Aku kangen sendau gurau di dapur, aku kangen nyoba-nyoba masakan baru. Yaaa, aku kangen kebersamaan itu. :’)

Catatan ini bukanlah apa-apa. Catatan ini tidak lain adalah pengingatku jika suatu saat nanti aku tidak lagi bisa membersamai mereka setiap hari. Catatan ini sbg pengingatku akan kenangan bersama keluargaku.

This entry was posted in food and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s