wanita dan kebebasan

Sebagai seorang wanita, dalam beberapa situasi terkadang saya merasa sedikit terkekang. Tidak bebas. Banyak keterbatasan. Namun, setelah renungan sejenak, saya mulai berpikir lagi, apakah benar wanita itu terkekang? Masa iya, Dia -yang tiada kesempurnaan melainkan milik Nya- menciptakan wanita dengan sia-sia? Apa kita diciptakan hanya untuk dikekang?

penjara

Saya rasa tidak mungkin.

Ketika dalam perjalanan kita melihat tebing menjulang, beberapa di antara kita pasti akan mengutuknya dengan sumpah serapah. Kita harus mengambil jalan lain atau jalan memutar untuk melewatinya, yang itu artinya butuh waktu lebih lama dan tenaga lebih banyak. Itu masih mending. Daripada yang akan menyebutnya sebagai tebing penghalang dan membatalkan untuk meneruskan perjalanan karena tidak akan mungkin ada jalan lain atau malas mencari jalan lain? entahlah. Tapi bagi para petualang, pendaki, pecinta alam, tebing menjulang artinya media kepuasan. Ya, tebing menjulang justru menjadi tantangan bagi mereka-mereka ini untuk menaklukkannya. Semakin sulit, semakin menarik.

Muter-muter ya? hehe..

Sebenernya, saya hanya ingin bilang, dalam hidup ini cobalah untuk jadi seorang “petualang” seperti dalam cerita di atas. Lokasi yang sama, tebing yang sama, kondisi alam yang sama, namun perasaan yang jauh berbeda. Sebagian orang mengutuknya, namun sebagian yang lain bersenang-senang atasnya. Sama tapi beda. Kau hanya perlu lebih membuka pikiran dan hati. Kau hanya perlu mencoba menyeting arah pandangmu dari sisi yang lain. Dan saat itu kau akan merasakan hal yang lain.

Dalam sebuah buku saya menemukan cuplikan artikel dalam majalah yang ditulis oleh seorang jurnalis asal Inggris, yg saat sebelum menulis artikel tersebut dia telah mengunjungi Kairo.

“Rasa kaget langsung menghampiriku sesaat akan menginjakkan kaki di bandara. Tadinya aku membayangkan akan menjumpai wanita Timur dalam arti yang seutuhnya. Maksudku, bukan berarti wanita yang mengenakan cadar, melainkan wanita Timur modern yang memakai pakaian biasa yang sepenuhnya ketimuran dan berperilaku ketimuran pula. Ternyata semua itu tidak kutemukan. Wanita di sana nyaris tidak berbeda dengan wanita yang Anda temui di setiap bandara di Eropa. Pakaiannya sama, model rambutnya sama, make up nya sama, sampai gaya bicara dan berjalannya pun sama. Bahkan kadang-kadang bahasa yang digunakan juga sama, Bahasa Perancis atau Bahasa Inggris.

Aku sangat terkejut dengan persepsi wanita Timur yang membayangkan kemajuan dan kemodernan dicapai dengan cara menjuplak wanita Barat. Wanita Timur lupa bahwa sebenarnya dia bisa berkembang dan maju sesuai kemauannya, dengan tetap menjaga ketimurannya yang mempesona.”

Kalian tahu, kapan artikel tersebut dimuat? Tahun 1962. Sudah lama sekali 50 tahun yang lalu. Seorang warga Barat yang keheranan dengan pergeseran budaya di Timur. Saya tidak bisa membayangkan jikalau dia masih hidup sampai sekarang, bagaimana tanggapannya terhadap dunia saat ini yang jungkir balik. Kebaikan dianggap buruk, yang buruk disanjung-sanjung. Kebaikan menjadi hal yang asing, kejahatan menjadi hal yang lumra

Koran Jumhuriyah, 9 Juni 1962
“Larangan Pergaulan Bebas dan Batasi Kebebasan Wanita”

Pernyataan yang sangat berterus terang dari seorang jurnalis terkenal berkebangsaan Amerika. seorang jurnaliswanita yang gemar berpetualang dan tulisan-tulisannya tersebar di lebih dari 250 media di Amerika dengan salah satu kolom harian yang diasuhnya dibaca jutaan orang. Pernyataan yang cukup menarik kita simak.

“Sesungguhnya masyarakat Arab terbilang sempurna dan lurus. Seharusnya mereka meneruskan tradisi dan membatasi pergaulan remaja wanita dan laki-laki dalam batas yang wajar. Masyarakat Arab berbeda dengan masyarakat Eropa dan Amerika. Anda (Arabian) mewarisi tradisi yang mengharuskan bersikap hormat kepada orang tua, dan lebih dari itu mengharuskan menolak kebebasan ala Barat (permisif) yang saat ini tengah mengancam keutuhan masyarakat dan keluarga di Eropa dan Amerika.

Karenanya, batasan-batasan yang diterapkan masyarakat Arab kepada anak-anak wanita (di bawah 20 tahun) adalah batasan-batasan yang baik dan efektif. Untuk itu saya menyarankan agar Anda semua memegang teguh tradisi dan akhlak tersebut. Laranglah pembauran laki-laki dan perempuan, serta batasilah kebebasan anak perempuan. Bahkan kembalilah pada jaman pemakaian cadar. itu lebih baik bagi kalian daripada permisivisme, kebebasan mutlak, dan pergaulan ala Eropa dan Amerika.

Laranglah pembauran laki-laki dan perempuan di bawah usia 20 tahun. Kami telah merasakan pahit getirnya yang begitu hebat di Amerika. Masyarakat Amerika kini merupakan masyarakat yang lumpuh akibat dijejali berbagai bentuk kebebasan dan pamer syahwat. Korban-korban akibat pembauran dan pergaulan bebas <20th kini memenuhi penjara-penjara, bar-bar, dan rumah-rumah bordil. Kebebasan yang kami berikan kepada putra-puti kami yg masih remaja telah mengubah mereka menjadi anggota gengster, anggota James Dean, pengedar narkoba dan budak… Pembauran kebebasan di Eropa dan Amerika benar-benar mengancam keluarga, dan mengguncang nilai dan moral. Remaja putri <20 thn di masyarakat modern bergaul bebas dengan anak-anak muda, menari cha-cha, menegak minuman keras, merokok dan mengonsumsi narkoba atas nama kemajuan, kebebasan, dan permisivisme.

Ironinya, remaja putri <20 thn di Eropa dan Amerika, bermain dan bergaul dengan siapa saja dengan sepengetahuan keluarganya. bahkan berani menentang orang tua, guru dan pengasuhnya. Dia menentang mereka dengan mengatasnamakan kemerdekaan dan perbauran, permisivisme, dan kebebasan. Dia bisa mengikat perkawinan dengan teman prianya setelah melewati kebersamaan beberapa detik, lalu beberapa jam kemudian cerai lagi. Semua itu dilakukannya dengan cukup merogoh sekitar 20 sen. Dia menjadikan pengantin semalam atau beberapa malam, kemudian cerai lagi. Mungkin saja dia rujuk lagi tapi kata cerai kembali mengakhirinya.”

Jadi, apakah terlahir menjadi seorang wanita dengan berbagai aturan hidup yang melekat padanya membuatnya menjadi terpenjara? Terkhusus untuk saya dan anda seorang muslimah. Hijab yang disuratkan kepada kita para wanita muslim dari Sang Maha Terkasih, bukanlah sebuah tebing penghalang untuk kita berkarya. Juga, serentetan adab pergaulan wanita-pria, adab bepergian seorang wanita, tingkah laku setelah menikah, itu semua bukanlah sebuah tali pengikat. Bukalah lagi hati kalian, atur lagi posisi pandang kalian, maka akan kau temukan bahwa Allah menciptakan kita dengan sempurna, sebagai makhluk yang indah, rapuh namun kuat. Sebagai ciptaan yang akan selalu disayangi, dicintai, dimuliakan.

Sungguh, dengan serentetan aturan yang tersurat dalam ayat-ayat cinta-Nya itulah dia menjaga kita, menyayangi kita, dan memuliakan kita. Dengan perintah-Nya -yang sering dianggap melanggar hak asasi wanita- itulah Dia meninggikan kita, menjadikan kita sebagai perhiasan terindah di dunia.

Masih ragukah engkau? Masih terobsesikah dengan kebebasan palsu itu? sebagai rasa sayangku terhadapmu, saya katakan cukup, tidak perlu kau coba. Cukup yakinlah kepada aturan main dari Sang Pembuat Permainan. Karena sang Pembuat pasti tau yang benar, karena Sang Pembuat pasti tau yang terbaik. Karena Sang Pembuat jugalah yang pada akhirnya akan menentukan kita berhasil tidak menjalankan permainan-Nya. Bukan saya, dia, mereka, orang itu, orang ini. Tapi DIA.

Ya, jika kau masih penasaran silakan coba sajalah, tapi jangan menyesal jika kecanduan. Dan jangan pernah salahakan saudaramu jika kau masih menganggap kami saudara karena tidak pernah memperingatkanmu.😀

referensi:
cuplikan artikel dari Buku Fiqih Sunah karangan Sayyid Sabiq
gambar 1 dari http://www.memobee.com
gambar 2 dari http://syafiqahrahmat.blogspot.com

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s