Sastra Lama

Simple. tidak mencolok. biasa.

Itulah kata yang menggambaran pemikirian saya pada satu buku yang dipajang di  salah satu toko buku di Jogja. Ya, buku yang tidak terlalu familiar di telinga saya dan jenis buku yang mungkin belum pernah saya baca. Sastra Lama. 

Tapi kenapa saya bisa menghentikan langkah ini, mengambil, dan membaca sinopsis di cover belakangnya jika buku-buku macam tersebut tak menarik bagi saya bahkan covernya pun terkesan gelap dan abstrak?

HAMKA.

Ya, itulah yang membuat kaki saya berhenti di depan tumpukan buku ini. Haji Abdul Malik Karim Amrullah. Siapa yang tak kenal beliau? Seorang sastrawan Indonesia yang begitu termasyhur pada jamannya. Seorang sastrawan lama yang saya tahu sejak saya SMP karena sering di sebut-sebut dalam soal Bahasa Indonesia dalam materi sastra nusantara. Saya tidak tahu banyak tentang beliau. Bahkan saya sudah lupa judul-judul karangan beliau yang terkenal sekalipun. Yang saya masih ingat, beliau ini seorang yang agamis. Oh, saya ingat satu karyanya yang terkenal, “Di Bawah Lindungan Ka’bah”, itupun bukan karena saya tertarik membaca bukunya, tapi karena buku tersebut telah di film kan. 

Kembali ke awal. Ya, nama HAMKA itulah yang menarik saya untuk sekedar membolak-balik bukunya. Ketika saya di toko buku modern sebut saja G**media atau T*g*mas, saya belum pernah melihat buku sastra lama ini. Atau saya saja yang memang tidak peduli? haha entahlah. Yang jelas, di toko buku sebelah UIN ini saya menemukan buku ini terjejer rapi di deretan “Best Seller”.

“Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk”. Titanic. itulah yang saya pikirkan ketika membaca judulnya. Kisah cinta dua manusia dengan setting di Kapal Belanda. Namun, mengingat pengarangnya HAMKA, pastilah sarat dengan nilai-nilai Islam, kemudian membaca sinopsis di covernya tidak saya temukan satu kata pun yang menggambarkan tentang kapal. No Clue. Saya jadi penasaran sebenarnya ini buku mau cerita apa. Akhirnya, karena penasaran, harga terjangkau, dan buku yg sdg saya cari tidak ada, maka saya belilah ini buku. Alasan lain karena sejak kuliah saya mulai melirik sastra lama, namun saya susah menemukan di Perpus Kota padahal ada di katalognya. huuuft.

Bingung. Saya lupa, kalau ini sastra lama (1938), otomatis gaya bahasanya pun menggunakan gaya bahasa lama. hahaaa. ditambah lagi setting ceritanya adalah Minangkabau dan Makasar. Penuhlah buku ini dengan istilah-istilah dua daerah itu -.-“” . Di awal-awal saya  bertanya pada teman saya istilah2 ini karena dia besar di Sumatra.

Ceritanya asik. Gaya bahasanya sangat tidak mainstreaaaaaam! Tutur katanya sopan, puitis, konotatif meskipun menggambarkan tentang kekesalan dan kemarahan. Dan satu lagi yang unik adalah hampir separuh buku, jalan cerita dan perasaan tokoh di sini digambarkan dalam surat-menyurat. P.U.I.T.I.S

Ketahuilah, bahwasanya orang yang akan menyukai kecantikanmu dalam dunia ini akan banyak bertemu. Orang yang menambah kemuliaanmu dengan harta bendanya bukan sedikit. Tetapi yang cinta kepadamu sebagai cintaku, sungguh engkau tak akan bertemu, percayalah perkataanku, percayalah!

Jangan sampai terlintas dalam hatimu, bahwa di dunia ini ada satu bahagia yang melebihi bahagia cinta. Kalau kau percaya bahwa kebahagiaan selain cinta, celaka diri kau! Kau menjatuhkan vonis kematian ke atas diri kau sendiri!

Sepenggal kemarahan, kekecewaan, kekesalan, bercampur rasa sayang sang tokoh utama yang digambarkan dalam sepucuk surat.

dan tebakan saya salah. Tidak seperti kisah cinta Titanic dengan setting di Kapal Pesiar😀😀 . Justru kental akan adat.

Kau akan belajar sebuah cinta yang tulus, kedewasaan, kepatuhan seorang hamba, kebijaksanaan, kearifan hidup, yang dibungkus dalam kejamnya sebuah adat pada buku ini. 

Dan saya baru tahu, kalau buku ini sedang di film-kan. dan akan rilis pada Desember 2013.

This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s