[Cerita Perjalanan] Ke Pulau Derawan dari Tanjung Selor, Bulungan (Kalimantan Utara)

Lagi di Bulungan, Kalimantan Utara dan pingin ke Pulau Derawan yang airnya jernih hijau tosca cantik luar biasa?

Bisa banget! Simak deh cerita seru berikut ini..

Oke, peringatan dulu yaa sebelumnya 🙂 sebenarnya ini draft tulisan ini udah tahun 2014 lalu (kuno bangeeet sih), karena perjalanannya emang dilakukan tahun 2014 Agustus, namun karena saya tidak sempat saat itu akhirnya mundur-mundur dan malas pun melanda. So, baru ingat sekarang hehe..

crazy-monkey-emoticon-183

Sayang soalnya kalau tidak ditulis, karena ternyata, hasil analisis data statistik blog saya yang biasa banget ini, banyak yang cari tau tentang Tanjung Selor, Bulungan, Kaltara, dan yang berkaitan dengan itu. Tulisan tentang itu bisa dibaca di postingan ini. Nah, siapa tau, kalian yang lagi ada kerjaan/urusan dinas/silaturahmi ke tempat saudara/urusan apalah di Tanjung Selor, Bulungan, lalu kalian bingung pingin liburan ke mana, dengan sangat-sangat yakin saya rekomendasikan (bagi yang punya waktu agak banyak) liburanlah ke Derawan! …baca cerita lengkapnya

Advertisements
Posted in adventure | Tagged , , , , , , , , , , , , , | 3 Comments

Terdampar di Kaltara (Part 2. Wisata dan Jalan-Jalan di Bulungan)

Buat kalian yang saat ini sedang berada di Tanjung Selor, Prov Kaltara dan tidak tau apa-apa tentang tempat ini, boleh lho baca ulasan singkat saya di postingan sebelumnya yang membahas sekilas tentang Kaltara dan Tanjung Selor.

Nah, kali ini saya ingin sedikit mengulas tentang beberapa tempat di Kaltara, khususnya di Kabupaten Bulungan, yang bisa dijadikan tempat rekreasi alias piknik di sela-sela tugas dan kerjaan, atau kunjungan singkat kalian. Memang ga seheboh tempat wisata alam di Indonesia Timur yang emang ga ada tandingannya *lebay* atau sesejuk pegunungan-pegunungan di Jawa, namun setidaknya cukuplah untuk moving out dari rutinitasmu atau sejenak rehat dari tugas dinas di kala weekend.

Kalau tidak ada kendaraan pribadi, atau budget sangat terbatas sehingga eman-eman untuk sewa mobil, kamu tetap bisa muter-muter dalam Tanjung Selor menggunakan taksi alias angkot mini atau menyeberang ke kecamatan sebelah menggunakan ketinting yang murah-meriah. Eh kayak gitu masih bisa disebut piknik kan ya?

crazy-monkey-emoticon-105
Tepian Sungai Kayan

Jangan salah yaa.. tahun 2016 lalu, saya sempat syok melihat perubahan yang ada di tepi Sungai Kayan bagian Tanjung Selor.
…baca cerita selengkapnya

Posted in adventure | Tagged , , , , , | 4 Comments

Melaka H2: Coincidence?

Selasa, 7 Maret 2017
Kota Tua, Melaka

Pagi menjelang siang, di hari kedua kami di Malaysia, cuaca sangat panas sekali di kawasan Bangunan Merah, Melaka. Setelah selesai “ngadem” di Masjid Kampung Hulu, kita berniat untuk sarapan.  Iya sarapan, ga salah denger kok, sarapan nanggung hehe.. krn udah jam mau makan siang juga sbenernya krn pagi cm makan roti 1 slice jd kerasa lapar, maklum kami anak nasi. Akhirnya, tanya-tanya sama bapak penjaga masjid rekomendasi tempat makan halal di sekitar situ karena maklum saja, di situ daerah china town, jadi sy ga yakin sama ke-halal-annya. Namun sayangnya, jam sudah menunjukkan  pukul 11 dan jadwal checkout kita jam 12. Harus balik hostel sblm itu.

Lalu makan gimana?

Ga sempet crazy-monkey-emoticon-194 karena tempat yg ditunjukkan bapak tadi tidak jauh dr masjid, tp jauh dari hostel kami, bertolak belakang malah. Ga cukup waktunya kalau mau makan dulu. Makan pikir nanti sajalah setelah check out, dirapel makan siang, kami mikir simplenya sih gitu..

Setelah check out, sambil membawa backpack kami menuju Bangunan Merah atau yg juga dikenal dengan nama Stadthuys. Karena kami baru lihat2 sekilas pas malam hari, jadi pingin ngliat suasana dg lebih jelas siang harinya. Yaa.. rencana bakal cuma jadi rencana kalau perut kosong kayak gini. Apa boleh buat.. sepanjang pagi-tengah hari udah jalan2 muter2, capek ya.. jadi kami butuh ngisi energi. Nah, untungnya sy inget, ada yg jual es cendol di depan bangunan merah. …baca cerita selengkapnya…

Posted in adventure, renungan | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Inner Beauty

“Coba jelaskan padaku, apa maksudmu dg bilang kalau saat pertama bertemu dia (perempuan) km blg dia beda dr yg lain, entah apa dan knp-nya pun kau tdk tau.. Jd, ‘beda’ gimana maksudmu?” tanyaku penuh penasaran pd seorang teman laki-laki karena pernyataan dia ttg kesannya pd seorang perempuan yg blm genap sebulan dikenalnya. 
“Jadi, gini lho.. ” katanya siap memulai cerita. “Sblmnya sy mau tau dulu daily routine dia sprti apa? dari bangun tidur smp tdr lagi.. yg rinci ya..”

“Lah, ngapain nanya2 gituan, ksempatan bgt, pingin tau aja, detil lg nanyanya..”, protesku padanya. 

“Yaudah, klo gt sy jg ga bisa jelasin alasannya.. krn sy jg ga tau alasanny knp. Gini deh, coba km lihat wanita itu (sambil nunjuk org agak jauh dr kami), wajahnya cantik kan, setuju ga? Dia cantik ya krn mmg dia cantik. Skrg coba km lihat yg itu (nunjuk wnt lainnya lagi yg ga kalah cantik), bentuk wajahnya, parasnya, ditmbah badan yg ideal membuat dia cantik, ya  basically dia emg cantik, udah gt aj, gampang dijelasinnya.. Tapi, kalau dia itu (objek obrolan kami)..” lanjut dia setelah berhenti sejenak, “ga bs seperti itu melihatnya.. dia memang ga scantik wanita2 yg tadi sy tunjukkan padamu, tapi.. ada sesuatu yg menarik yg membuatnya beda dr yg lain. Saya ga tau itu apa, tapi itu yg ngebuat sy lgsg mbatin saat pertama liat, eh ini org kok beda ya..? Makanya, sebenernya sy jg butuh tau, daily routine dia ky apa buat ngejelasin penasaran sy juga.. hehee..”, jelasnya puanjang lebar yg di sini sy singkat sj pnjelasannya. 

“Kok bs gitu? Maksudku, knp km harus tau daily routine dia?” tanyaku sok ga paham..

“Hmmm.. jd gini lho mbak.. (*mulai agak emosi dia saking gemesnya*), sy jg pnya teman lain yg sprti itu jg. Singkat cerita, setelah sy gali, nothing special, but dia ada amalan yg dia sering lakukan (maaf sy lupa apa itu, yg jls kebaikan utk org lain yg istiqomah dia lakukan). Nah, itu yg ngebuat dia berkarisma, menarik meskipun ga cantik bak bidadari..”

“Oooh, jd begitu.. ” kataku lirih..

Kemudian suasana pun jd hening.. kami larut dlm lamunan masing-masing.

Malam itu sy justru belajar dr seorang laki-laki ttg makna sebuah “Inner beauty”, kecantikan sesungguhnya yg tak akan lekang dimakan jaman. Kecantikan yg memancar bukan krn keelokan fisik semata, bukan krn taburan bedak dan olesan gincu brand ternama. Tapi, kecantikan yg mengalir keluar murni dari akhlaq yg karimah.. ❤

Ah.. tiba2 sj terlintas dlm benak ini.. 

Pantas.. pantas Rasulullah itu begitu ditakuti oleh musuh-musuhnya, dan dianggap memiliki sihir yg dahsyat krn santer terdengar bahwa brgsiapa yg berjumpa dgnya, mendengar suaranya, mendengar lantunan ayat dr mulutnya.. akan langsung terpikat, terpesona, dan jatuh hati.. Apalagi bg mereka2 yg bersinggungan lgsg dg Beliau, merasakan keelokan akhlaq Beliau. Sungguh akan terkena dy tarik yg dahsyat itu. 

Ya.. saya membayangkan seperti itulah inner beauty. Mampu menarik segala sesuatu disekitarnya untuk melirik padanya, untuk terpikat padanya secara natural tanpa dibuat-buat. 

Maka sungguh pantas jika para Sahabat Rasulullah begitu mencitai Beliau, bahkan mendudukannya setelah Allah. Kadar cinta mereka pada Beliau bahkan lbh besar drpd cinta mereka pada diri mereka sendiri.. 

Ah.. Ya Muhammad.. Ya Rasulullah.. memang begitu luar biasa inner beauty-mu. Kami yg blm pernah berjumpa denganmu saja begitu mengagumimu, begitu terpesona oleh akhlaqmu.. 

Maka sekarang sy paham, kenapa banyak kisah ttg pengorbanan sahabat2mu itu yg kadang sampai tidak masuk akal bg kami karena saking besarnya pengorbanan yg mereka lakukan untukmu.. ya sekarang saya baru paham.. 

Posted in renungan | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Melaka H1 : Masa iya kita kalah?

Ada yang aneh pagi itu.

Saat itu sy dan Azmi sedang istirahat di Masjid Kampung Hulu, Masjid tertua di Melaka, setelah lelah berjalan menyusuri tiap sudut yg mampu kami jangkau di daerah “china town” di sekitr Jonker walk. Sebenernya pingin sekalian sholat dhuha di situ, tapi.. tadi udah di masjid Kampung Kling (another old mosque). Akhirnya kami hanya duduk duduk di dalam, sambil menikmati semilir angin dan uniknya arsitektur masjid ini.Ya, masjid ini mengingatkanku pada masjid-masjid tua di Jawa. Sentuhan gaya Jawa-nya itu kerasa sekali. Namun, secara kasat mata, masjid ini juga seperti ada sedikit sentuhan chinanya.

masjid-kampung-hulu-malaka-tertua

Masjid Kampung Hulu, Malaka.. Bukan Masjid Kauman Jogja yaa.. hahaha mirip kan?

masjid-tertua-malaka-kampung-hulu

Salah satu masjid tertua di Malaka. Mirip sekali dengan angunan Jawa

Tiba-tiba ada bapak-bapak yg menyapa dan mengajak kami ngobrol. Dari situ kami tau kalau Bapak tersebut adalah penjaga masjid ini. Ya kami tanya-tanya sedikit ttg masjid ini, terutama kolam yg ada di depan masjid. Karena, di masjid sebelumnya juga ada kolam serupa dg itu. Beliau pun menjelaskan jika itu digunakan utk berwudhlu. Meskipun di situ juga telah disediakan kran air, masyarakat yg hendak sholat biasanya lebih memilih berwudhlu dr kolam tersebut menggunakan gayung yg memang telah disediakan.

masji-tertua-kampung-hulu-malaka

Ini adalah Kolam untuk Wudhu

Saat sedang asyuk mengobrol, tiba-tiba ada 2 orang ibu-ibu china, yg akan masuk ke dalam masjid. Melihat itu si Bapak menyapa dan terjadilah percakapan menggunakan bhs melayu yg entah knapa sy tidak paham saat itu apa yg mereka bucarakan. Sy tertarik sekali dg dua ibu-ibu itu, karena mereka hanya menggunakan kaos pendek, celana 7/8, dan selendang yg digunakan untuk tutup kepala ala-ala. Jadi saya amati terus apa yg mereka lakukan.

masjid-kampung-hulu-malaka-tertua

Ini unik! Warga keturunan cina berdoa di masjid, layaknya mereka berdoa di kuil

Pertama, mereka masuk ke masjid. Kemudian mereka mengeluarkan sejumlah uang dr saku celana mereka, dan memasukkannya ke dalam kotak infaq yg terletak tidak jauh dari saya duduk. Setelah itu mereka mengambil posisi di tengah, di shaf belakang, lalu duduk, dengan posisi selayaknya duduk tahiyat akhir. Kemudian mereka menangkupkan tangan mereka masing-masing dan memejamkan mata. Persis seperti bentukan orang jika berdoa di kuil. Setelah di rasa cukup, mereka berdiri dan pamit kpd Bapak penjaga masjid dan sedikit percakapan yg sy ga tau juga. Dari nada bicara dan mimik wajah, dapat disimpulkan kalau mereka saling kenal.

“Muslim?”, Tanya sy ke bapak itu.

“Bukan..” jawab si Bapak.

“Lah, lalu itu tadi apa?”

Menurut si Bapak, memang mereka biasa melakukan itu. Memasukkan uang ke dalam kotak infaq kemudian berdoa. Mereka warga china yg tinggal di sekitar masjid. Mungkin sepertinya, karena ini adalah masjid tertua di Melaka, mungkin mereka berpikir berkahnya besar jika berdoa dan beramal (sedekah uang) di sini.

Wow.. speachless saya. Masih ga percaya dengan apa yg terjadi barusan. Saya merasa sangat tertohok. Mereka aja, yg bukan muslim, datang ke masjid lho.. bersedekah dan berdoa, meskipun entah apa yg ada dibenak dan hati mereka, entah mereka berdoa kepada siapa.

Tapi, mereka aja ke masjid lho..

Mereka aja sedekah lho..

Mereka aja berdoa dg sangat khusyu’ lho..

Sy bingung sih sbenernya mau bilang apa, yg jelas saat itu ada yg ngganjel banget di hati..

“Masa iya sih, kita kalah sama mereka?”

——- End——-

Maret, 2017
Catatan “Backpacker to Malaysia-Thailand”

Posted in adventure, Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Terdampar di Kaltara (Part 1. Tanjung Selor)

Ada yg sedang di Kalimantan Utara (Kaltara)? Atau ada rencana mau ke Kaltara tapi buta alias ga tau apa2 ttg tempat ini? Ya, itu sama dengan saya 3 tahun lalu hehe. Makanya, kali ini saya ingin mengulas sedikit tentang Kaltara, khususnya Tanjung Selor, supaya banyak yg kenal sama dia 🙂

Kaltara ini merupakan hasil pemekaran dari bbrp kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Timur yaitu Kab. Bulungan, Kab. Nunukan, Kab. Malinau, Kota Tarakan. Akan tetapi, menurut UU No.32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (duh sok-sokan ngmongin undang2), untuk membentuk suatu provinsi baru salah satu syaratnya harus memenuhi syarat fisik kewilayahan yaitu minimal harus ada 5 kab/kota. Entah memang sudah direncanakan atau kebetulan terjadi seperti itu (sy berlepas dari itu, hehe..), tahun 2007 dilakukan pemekaran 3 kecamatan di Kab. Bulungan, sehingga terbentuklah wilayah administrasi baru yaitu Kab. Tana Tidung. Singkat cerita (karena sebenernya cerita pembentukan prov baru tu ga sesimpel itu yg kalau diceritain ga bakal selesai satu postingan, dan sebenernya sy jg ga tau ding detilnya gimana), tahun 2012 Kaltara resmi berdiri sendiri menjadi Provinsi ke-34 di Indonesia. Nah, jadi Kalatara ini terdiri atas 4 kabupaten dan 1 kota (Kab. Malinau, Kab. Nunukan, Kab. Tana Tidung, Kab. Bulungan, dan Kota Tarakan). Ibu kota Kaltara adalah Tanjung Selor yg berlokasi di Kabupaten Bulungan.

Alhamdulillah, ga pernah nyangka kalau sy dikasih kesempatan sama Allah buat ngunjungi provinsi paling utara di Indonesia ini, bahkan sampai 2x lagi, meskipun bukan untuk travelling melainkan urusan tugas, yaitu tahun 2014 dan 2016. Nah, dua-duanya kebetulan di Tanjung Selor semua jadi rasanya udah sok ngerti gitu. Gimana ga familiar kalau tiap hari kerjaannya muter2in Tanjung Selor dari ujung utara ke selatan, barat ke timur hahaa. Tapi, sy tauna ya cuma yg di sekitar kantor2 pemerintahan aja sih. 

Gambaran Umum Kondisi Tj. Selor

Waktu pertama kali datang ke sini..

view-atas-bulungan-sungai-besar

Kab. Bulungan dari atas pesawat

Bisa bayangin kan, kalau dari udara aja penampakannya ky gitu? Dominasi hutan dan sungai. Kalau dari atas aja sungainya lebarnya segitu, aslinya jelas lebar banget dah. (mulai katrok Jawa-nya muncul, maklum di Jawa kagak ada yg kayak gitu) crazy-monkey-emoticon-176

Waktu muter-muter ke seluruh jalan-jalan utamanya..

……Ziiiiing…… (efek kalau di komik2 gitu lho),

kok sepi ya.. haha.. serius sepi banget. Apalagi kalau udah maghrib. Padahal nih ceritanya kalau sore atau malam gitu kan saya selo ya, jadi sama temen udah niat banget buat jalan2 malam sambil cari makan. Tapi.. yg di dapet cuma penyetan Lamongan gitu, itupun harus jalan cukup jauh dan horornya jalanannya sepi ngeeetsss. Ga ada namanya pejalan kaki malam-malam kayak saya dan temen sy gitu.. perempuan lagi.

Tapi, namanya jg ibu kota ya pembangunan mesti berjalan cepet yaa, terutama infrastruktur. Dan dengan berubahnya Bulungan jd Ibu kota, sudah otomatis kepadatan penduduknya meningkat, dan itu terlihat sekali perbedaan di dua tahun tsb. Tahun 2014, jalanan sungguh sangat lenggang. Naik motor bisa was wus was wus lebih lenggang dr jalan Tol. Padahal jalan2 di Tanjung Selor cukuplah lebar. Tahun 2016, jalanan sudah cukup ramai. Begitu pula warung2 dan pertokoan sudah semakin beragam. Perkantoran sdh mulai dibangun, meski blm selesai. Dan yg jelas pegawai Dinasnya sudah mulai banyak,, dulu mah masih sdkit dan seadanya. Di tepi Sungai Kayan pun skrg sdh dibangun pedestrian dan taman yg dihiasi lampu2 jalanan. Baguuss.. hiduplah suasana tepi sungai yg dulu sepi biasa aja.

Transportasi Umum

Awal ke sini, saya mulai dari Bandara Tanjung Harapan, Tanjung Selor. Bandaranya sederhana banget, karena memang hanya digunakan untuk pesawat kecil (ex: Kalstar) yang melayani rute jarak dekat.

Saat keluar dari bandara, seperti biasa nanti banyak bapak2 yg mendatangi para penumpang untuk menawarkan taksi. Nah, karena saat itu di tahun 2014 kami tidak tau apa-apa ttg daerah ini dan informasi di Internet juga sangat minim, kami sempat nanya-nanya dulu lokasi hotel kami (Hotel Crown) kepada bapak itu dan katanya jauh dari Bandara, makanya kami langsung mengiyakan tawaran si bapak dengan tarif Rp 50.000, dari Bandara menuju Hotel. Tarif itu akan kami sesali nantinya karena jarak Bandara dan Hotel cukuplah dekat (tidak lebih dari 1,4 KM) dan taksi yg membuat kami syok. Tapi meski begitu, si sopir taksi ini (Bapak Antok namanya) nantinya bakal jadi teman setia kami crazy-monkey-emoticon-059.

Jangan bayangkan taksi menggunakan mobil sedan mewah ya. Taksi di sana itu adalah sebutan untuk mobil angkot, yaa kayak angkot mini yg ada di Jakarta atau Bandung gitu. Menggunakan mobil jenis carry (mini) yg sudah tua sekali. Transportasi umum darat di sana hanya ada angkot itu, dan seingat saya saat itu mereka tidak punya rute tetap, jadi mereka bisa beredar di mana saja. Tahun 2014, pernah naik itu, dari hotel ke Pujasera (tepi sungai Kayan dekat Dermaga) tarif sekali jalan 10.000/orang. Tapi saya kurang tau tarif ini tarif tetap atau disesuaikan jarak. Nah, sayangnya, karena jumlah penduduk Tanjung Selor ini juga tidak banyak, sehingga angkot ini pun jumlahnya juga tidak banyak, tidak tentu apakah akan lewat di jalan depan hotel kita atau tidak, dan tidak tentu juga waktunya. Random. Penduduk lokal lebih suka menggunakan sepeda motor atau mobil untuk transportasi harian. Sehingga susah juga kalau kita bergantung pada angkot di sini, apalagi kalau kita butuh mobilitas tinggi.

Bus Kota? Tidak ada bus kota di Tanjung Selor. Tahun 2014 saya bertanya kepada pihak dishub ttg angkutan umum di sini, terutama bus kota kenapa tidak beroperasi, padahal ada terminal bus di sana. Menurut penjelasan mereka, terminal yg ada itu digunakan untuk bus antar kabupaten, namun karena jarak terminal yang cukup jauh dari pusat, masyarakat enggan menggunakan bus bila ingin bepergian ke luar kabupaten/provinsi karena tidak cost-effective. Misal, dari rumah mereka harus keluar uang untuk naik angkot ke terminal yg jaraknya cukup jauh, setelah itu keluar uang untuk bus. Harga yang mereka bayarkan tidak jauh berbeda dengan apabila mereka naik angkutan plat hitam (travel), sehingga travel menjadi pilihan tepat jika ingin bepergian jauh. Travel di sini itu hanya menggunakan mobil biasa (ex: avanza) bukan minibus. Singkat kata, bus tidak laku di sini, sehingga terminal yg ada hanya terbengkalai.

Kaltara yg memang dilalui sungai-sungai besar sudah pasti membutuhkan transportasi air untuk menyeberang. Sebenarnya, dg transportasi darat pun bisa karena ada jembatan, namun jembatan letaknya cukup jauh, jika warga hanya butuh menyeberang saja, akan sangat tidak efisien jika harus “ngalang” melalui jembatan. Moda transportasi air ini penting sekali di sini, karena kecamatan-kecamatan di Bulungan dipisahkan oleh sungai-sungai besar, sehingga memang sehari-hari mereka tidak bisa lepas dari sungai.

Transportasi air yg murah meriah namanya ketinting. Ini hanya digunakan untuk menyeberang sungai (jarak dekat). Meskipun kecil, ketinting ini bisa muat untuk sepeda motor juga lho. Saya yg ga terbiasa dg sungai, ngeri aja liatnya pas motornya masuk/keluar ketinting sambil dinaikin. Jika ingin bepergian jauh antar kota/kabupaten misalnya yg harus melalui laut maka bisa menggunakan speed boat kecil/besar. Orang sini nyebutnya sepit.

Itu mbaknya bisa muter-muter Tanjung Selor naik apa?

Karena saya dan teman saya butuh mobilitas tinggi sekali, melebihi jadwal patrolinya polisi, sehingga kami tidak mungkin mengandalkan taksi yg entah kapan datangnya dan kami ga mau buang2 duit. Alhasil, hari pertama kami langsung mencari rental motor. Hasilnya? Nihil. Ga ada rental motor di tempat iniiiiiiiii toloong crazy-monkey-emoticon-124 Saat itu kami nanya resepsionis, tapi ga tau, lalu nanya pak satpam hotel dan dia bilang ga ada. Kami tanya2 teruslah si bapak satpam ini buat ngasih kita solusi gimana caranya kita bisa ada motor buat sehari-hari. Akhirnya, mungkin karena ngeliat muka kita udah melas gitu, dia bersedia menyewakan motor pribadinya untuk kita, syaratnya cuma sampai jam 5 sore karena dia harus pulang setelah itu. Yaaaah,, rugi banget sih, harga sewanya Rp 150.000/hari tapi kita cuma bisa pakai dari pagi – sore doang. Padahal malam kan kita butuh keluar buat beli makan. crazy-monkey-emoticon-005. Tapi daripada ga ada sama sekali alhamdulillah ada motor 1 buat berdua.

Good news, saat balik ke Tanjung Selor 2016, kami kontak dulu Pak Antok (inget kan sopir taksi yg sy ceritakan di atas? alhamdulillah sy masih nyimpen kontaknya meski 2 thn berlalu) untuk minta bantuan nyariin sewa motor. Hasilnya? Daebak! Sesampainya di Tj. Selor, motor udah ready. Kalau ga salah sih punya teman2nya beliau. Moral dr kisah ini adl: Menjaga hubungan silaturrahmi itu emang penting banget guys.. bahkan dg seorang supir angkot sekalipun.. baru krasa klo momennya pas kesusahan gini.

Budget Makan

Kita ga bisa hidup tanpa makan Sob. Jadi, saya ulas sedikit menu makan di sini. Saya sering tanya sama orang-orang dinas di sana, “apasih menu khasnya Kaltara?” dan mereka ga pada tau. Wehehehe.. usut punya usut mereka kebanyakan adalah pendatang dari Kaltim atau Kalteng jadi sama-sama baru tinggal di Kaltara. ealaaah. Tapi selama sy mencicipi makanan di Tanjung Selor menu makanannya sama aja kok kayak di Jawa. Ga beda jauh. Tapi harganya beda jauh sama di Jogja.

Sekali makan, 15.000 itu udah murah banget. Mau yang agak enakan harganya 20.000an. Kalau mau yang enak harganya bisa 30.000an ribu. Kalau yg tinggal di Jakarta atau Surabaya mungkin ga terlalu beda harganya, tapi kalau yg tinggalnya di Jogja kayak saya, wuiiih kerasa bener harga makanan kaki lima di sini udah kayak harga makanan cafe di Jogja. Daaan yang perlu diwaspadai adalah porsi makanannya besar sekali untuk ukuran wanita. Kami sih kalau pesen nasi cuma 1/2 porsi atau 1 berdua biasanya. crazy-monkey-emoticon-203

Beberapa makanan yg pernah saya beli:

a. Penyetan khas Lamongan, menu standar sprt tempe, tahu, ayam, bebek. (serius ini banyak banget di pinggir jalan kalau malam).

b. Nasi goreng, sy lupa ini di warung Lamongan atau bukan, yg jelas warung tenda gitu jg.

c. Warung makan pinggir jalan depan hotel (lurus terus) ada macem2 warung yg jd satu gitu.. Ada Ayam atau ikan goreng tepung. (Nah, menu goreng2 tepung tepung ini banyak kalau siang hari), soto ayam (soto ayamnya enak cyiin), dll lupa saya..

warung-pinggir-jalan-tanjung-selor-soto

Makan soto di warung pinggir jalan Tanjung Selor

IMG-20140319-WA0005

Sotonya juara lah ini enak banget!!

d. Bakso atau mie ayam. Sy pernah nyobanya mie ayam, ini baru nyoba thn 2016.

e. Ikan bakar/udang/sate/dsb. Lokasi di Warung ETAM deket Pujasera dan Dermaga Sungai Kayan. Waktu itu malam kesekian, iseng-iseng nyoba di sini, pas nanya harganya wuiiiidih mahal, soalnya porsi besar lebih enak kalau ramai2. Kalau sendiri jatuhnya mahal. Akhirnya pesen ayam bakar kalau ga salah. (ealah jauh2 ke tepi sungai cuma mau makan ayam). Ini kalau ga salah kita habis lebih dari Rp 50.000,00 berdua. Terus kapok ga mau makan lagi di sini heuheuu..

makan ayam bakar pujasera

Ayam Bakar di Warung Etam

Nah, tapi rejeki emang ga kemana kok.. Kesampaian juga makan di warung Etam dengan menu ikan dan teman-temannya yeaaaah.. ada bos -nya sih jadi selow aja. Klo ga, ga bakal kami beli menu makanan ini, mahal, bukan masalah ga punya uang, tapi ga tega pake uangnya, uang negara gituu.

Setiap pembelian makan di sini, pembeli dapat free kuah sup. seger banget cocoklah untuk menetralkan rasa dari menu yg berat. Menu udangnya endeeesss banget dah..dagingnya itu looh tebel banget, TOP lah crazy-monkey-emoticon-169 . Menu lainnya yg lebih beragam sy coba saat ke sini lagi kedua kalinya tahun 2016. Karena personilnya banyak, berkali-kali lipat.. kita jadi pesan berbagai menu jadi bisa saling icip. hehe.. ini tips hemat kalau mau ngrasain banyak menu makanan crazy-monkey-emoticon-102 .

warung-etam-pujasera-makan-harga-kaltara

Warung Etam, menu seafood

f. Warung Bakmi Raos. Menunya komplit-plit… dan tempatnya nyaman.. di deket lapangan olah raga gitu. Tempat makan ini cukup strategis karena berada di dekat ruang publik dan kantor pemerintahan (Dinsos, Damkar, Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Kesbangpol, Linmas, terus kayaknya ada Badan Arsip Daerah juga). Ni tempat favorit banget lah, sambil nunggu orang2 SKPD sambil leyeh2 makan di sini dan ngadem. Warungnya tuh ga rame jadi nyaman. Menu yg pernah saya makan dan favorit adalah Sapo tahu seafood, sapo tahu ayam yang pas banget rasanya. Kayaknya pernah juga makan kwetiau dan ifumi tapi masalahnya adalah porsinya yg besar, lagi2 pesen 1/2 porsi nasi atau kadang satu berdua.

menu-makan-tanjung-selor-kaltara

ini menu makan di tempat favorit kami

menu-harga-makanan-tanjung-selor-bulungan-kaltara

harga makanan di sini lumayan mahal, tapi porsinya bueesarr

g. Menu Hotel

Kalau masih punya tenaga buat pergi ke luar cari makan, mending beli makan di luar daripada beli di hotel. Udah haranya muahaal, rasanya juga biasa aja sih. Nah, ceritanya kita seharian udah bad mood dan capek tak terkira. Mana ga ada motor kalau malam hari, makin bad mood kan? Akhirnya sy dan partner, milih pesen makan di resto hotel tempat kami tinggal. nentuin makan aja bingung karena saking mahalnya, ga tega kami, tapi kami butuh makan. Karena biasanya kami menghemat makan, dan kadang sehari cuma makan 2x karena saking ga sempetnya, akhirnya kami memutuskan untuk tidak masalah berfoya-foya sekali ajaaaa… beli pizza lah kita malam itu dengan harga kalau ga salah Rp 80.000 (beef black pepper ukuran 6 slice).

makanan-kaltara-tanjung-selor-hotel-crown

Udah mager, beli pizza di hotel sendiri

Ada lagi momen kita butuh untuk memanjakan diri dengan menu hotel. Saat sore2 udah lelah, kita harus nyariin hotel buat Bos karena hotel t4 kami tinggal sudah full-booked. Nah, deket Bakmi Raos sekitar 400m ada hotel kecil, tapi cukup bagus sih dari luar, modern gitu bagunannya, akhirnya kami cek kamar di situ dan alhamdulillah masih ada kamar dengan budget yg sesuai. Nah, pas temen saya ngurusin booking, saya ngliat samping meja resepsionisnya itu langsung dapur cafe-nya. Hm.. liat2 menu dan kayaknya enak. Menu ala cafe gitu, duh mulai kambuh penasarannya. Akhirnya rembugan sama temen mau ga makan di situ aja? biar ntar malem ga perlu keluar cari makan? Eh, dianya mau.. yaudah..pesen deh. Kalau ini saya lupa harganya berapa, kayaknya standar sih.. kayak menu2 di Bakmi Raos.

makanan-tanjung-selor-harga

Ini beli makan di suatu hotel karena lapar

Sebenernya masih ada lagi menu-menu makanan yang pernah saya coba. Intinya rasanya masih sama lah dengan lidah jawa, cuma harganya yg lebih tinggi, jadi harus pinter-pinter menyiasati biar ga jebol kantongnya.

Jaringan Telepon 

Jangan harap bisa pakai 3 di tempat ini hahaha. Kalau mau stabil dan internet kenceng pakailah Telkomsel. Simcard asli saya XL, dulu tahun 2014 krn HP nya masih samsung 1 slot card, jadi langsung beli simcard baru di sana. Nah pas 2016, karena udah ganti HP dan bisa dual simcard, saya coba pakai XL awalnya. Em.. kalau di dalam kamar internetnya ga bisa dipake, tapi kalau diluar sedikit bisa dipakai tapi putus-putus. Akhirnya menyerah juga dan beli Telkomsel.

Masjid

Oiya, saya mau cerita tentang masjid. Di sini Masjidnya besar-besar dan megah. Lokasi masjid satu dengan yang lainnya pun berdekatan. Saya heran, padahal penduduk Tj. Selor itu tidak terlalu banyak, tapi di sini masjidnya buanyak. Alhamdulillah sih sebenernya, cuma jadinya kalau pas waktu sholat keliatan kosong, sedikit sekali jama’ahnya. Biasanya saya sholat di masjid kalau Dzuhur dan Ashar. Semoga saja Kalau Maghrib dan Isya ramai ya 🙂

masjid-bulungan-tanjung-selor-besar

Kalau tdk salah ini Masjid di dekat Sungai Kayan. Tipe masjid2nya tuh kayak gini, besar dan berwarna-warni

Kebetulan sekali, waktu tahun 2016 lalu, passss banget bertepatan dengan momen gerhana matahari total yg langka itu dan hanya melalui beberapa lokasi aja di Indonesia. Salah satunya Pontianak. Ya.. Kaltara mepet-mepet lah.. masih kalimantan juga.. Nah, waktu itu beruntung banget masjid agungnya ngadain sholat gerhana dan lokasinya ada di sebelah hotel, jadi sy dan temen2 (btw tahun 2016, sy bersama 9 teman, sedangkan tahun 2014 saya hanya berdua) pergi sholat gerhana. Momen yang langka sekali dapat ikut sholat gerhana matahari total. (tapi sayang, foto masjidnya kok ga ketemu ya.. padahal masjid agungnya besar dan bagus).

Obyek Wisata

Nah, sebenernya ada byk t4 yg menurut sy bisa dijadikan obyek wisata alami di Kab. Bulungan tp krn jarak cukup jauh dr tj selor, dan memang promosinya bisa dibilang miniiiiim sekali (kalau ga mau dibilang ga ada), makanya ga begitu ngeh juga kalau di sini ada obyek wisata. Waktu kami di hotel dan tanya ke resepsionis nya brosur wisata, mereka ga punya banyak info. Hei plis, hotel yg kami tempati adlh hotel paling hits se Bulungan. Kalau dia aja ga punya apalagi hotel yg kecil ya kan? Eh tp blm tentu ding.

Memang sih, Bulungan ataupun Kalimantan Utara mmg bukanlah destinasi wisata. Di sana tdk ada pantai seheboh pantai2 di Gunung Kidul (Yogyakarta) atau gunung layaknya di Jawa, begitupula danau atau waduk. Di sana itu banyaknya hutan dan sungai. Jadi ya wajar kalau resepsionisnya ga pnya byk info saat kami tanya2 ttg obyek wisata. Untuk lebih lengkapnya nanti saya akan buat postingan sendiri saja tentang obyek wisata di sana (gambaran obyek wisata di Bulungan bisa dibaca di sini yaaa).

Sekian dulu ya. besok di sambung lagi 🙂

crazy-monkey-emoticon-205

Posted in adventure | Tagged , , , , , , , , , , , | 3 Comments

Resep Kebab 

Kali ini tetiba saya ingin masak pizza yg beda dr biasanya. Beda krn sy pungin masak persis sesuai resep di buku. Loh kok ngomongin pizza? Kan kita bahas kebab??

Hehe, maklum keinginan yg tak tersampaikan, dicritain dulu ga papa ya.. 

Jadi, biasanya (kayaknya pernah cerita di postingan2 sblmnya) selama ini yg saya lakukan adalah menggunakan bahan seadanya, kalau bahan yg di resep tidak ada maka sy asal substitusi dg bahan lain seadanya drpd beli, kalau ada bumbu yg ga punya, skip aja hahaa.. 
Nah, kali ini ingin bener2 ngikutin resep. Why? Jadi ceritanya baru aja punya buku resep baru yg dibeli pas cuci gudang gramedia. Pas itu kalap beli buku resep macem² mumpung all items only @5K. Akhirnya ke supermarket andalan super*ndo deket rumah utk beli bahan yg belum ada: tomat, tepung protein sedang, serta bumbu rosmarry dan basil. Tapi sampai  di sana, tetoooot, tomatnya masih ijo-ijo, basilnya sdg kosong, rosmarry ga ada. Cuma dapat tepung doang. Bete puoool. 

Pulang ke rumah terus cm duduk males. Gagal. Mana ga ada camilan apa2 di rumah. Di kulkas jg lg ga lengkap.. 

Eh, tp pas obrak abrik kulkas, inget kalau masih punya kulit tortila. Akhirnya kepikiran bikin kebab. Kebab ala-ala karena kebab kan makanan middle east gitu ya.. tp aku isi dengan isian bercitarasa italia karena males aja sih searching2 resep kebab, mending pakai bumbu andalan..haha.

And taraaaaa… Ini nih penampakannya..

Ini resep Kebab Ala ala nya yaa.. 

Seadanya banget pokoknya, maksudnya seadanya bahan dan bumbu di kulkas hehe. Krn cm menghabiskan stok daging giling sisa masakan ibu yg tinggal seuprit banget, makanya ini resep utk 1 porsi aja ya.. 

Bumbu:

  1. Bawang bombai 1/2 buah yg kecil aja, cincang.
  2. Bawang putih  1 siung, cincang.
  3. Garam 1/2 sdt
  4. Gula pasir 1/2 sdt
  5. Merica atau lada putih 1/2 sdt. Diganti pakai lada hitam juga enak, aku pakai lada hitam 1/2 sdt jg. 
  6. Italian seasoning 1/2 sdt. (Kalau ga punya bisa diganti dg oregano dan basil masing² sejimpit atau 1/2 sdt).

Bahan:

  1. Daging sapi giling/cincang 30-50 gr (terserah sih, kmrin aku ga nimbang, kira2 antara segitu)
  2. Kacang polong beku 30 gr, direndam di air panas agar empuk krn kcg polong beku itu kalau sdh di-thawing udah empuk tanpa direbus.
  3. Tomat 1 buah kecil. Krn kbetulan ga punya tomat biasa, tp punya pohon tomat cerry yg sedang berbuah akhirnya pakai tomat cerry 4 buah. 
  4. Kulit tortila siap pakai. Beli di supermarket banyaak. Aku dulu beki di Intisari, semacam TBK terbesar gitu di jogja.

Pelengkap:

  1. Saus sambal
  2. Mayonaise

Cara:

Tumis bawang putih dan bwg bombai dengan api kecil, sampai harum. Masukkan daging giling, dan aduk² sampai merata. Masukkan italian seasoning, garam, merica, dan gula. Bumbu ini sebenernya takarannya sesuai selera saja. Jika suka asin, garamnya ditambahi. Gula fungsinya utk penyeimbang rasa. Karena saya suka agak manis, maka saya tambahi gulanya sedikit lagi. Untuk italian seasoning jg terlalu kebanyakan krn rasanya jd aneh ntar.. Aduk² jangan sampai gosong ya.. dan pastikan dagingnya matang. Kalau mau ada rasa asam²nya dikit, masukkan tomat sedikit dan hancurkan di situ. 

Jika rasa sudah enak, matikan api. masukkan kacang polong suoaya campur dg bumbu saja. Tomat boleh diiris dadu dan dicampur di sini juga, atau ga perlu dicampur di sini jg ga papa. 

Nah, kemudian kulit tortila yg siap pakai tadi dipanaskan di teflon. Panaskan sebentar saja jgn sampai coklat ya, nanti ga bisa dilipat atau digulung krn kaku dan pecah deh.. 

Letakkan tortila di piring dan masukkan filling yg tadi kita masak ke atas tortillanya. Tambahkan potongan tomat dadu jika td belum ada tomatnya. kemudian beri mayonaise dan saus di atasnya. Kalau punya selada, seladanya di taruh di bawah sendiri ya sebelum filling nya dimasukkan. 

Lalu dilipat atau digulung sesuai selera anda.. tp kalau fillingnya banyak, lebih mudah dilipat drpd digulung. 

Dan kebab siap di santap…

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Sakit Gigi

Ini kali pertama saya sakit gigi dan sampai harus ke dokter gigi. Di usia remaja akhir-dewasa gigi geraham akhir mulai menunjukkan keberadaannya. Sama halnya dengan gigi saya. Sudah mungkin 2 tahun si geraham bandel ini malu malu mau keluar. Jadi sampai skrg yg keliatan cm separo aja. Yg separonya lagi masih ketutup gusi. 

Ini nih yg suka bikin sakit gusi belakang

Nah, ini yg bikin masalah. Kemunculnnya yg ga kunjung tuntas ini sering kali menyebabkan gusi belakang atas bawah bergesekan dan menimbulkan peradangan. Sakit gitu kalau buat makan. Tapi alhamdulillah hanya berlangsung 2-3 hari tanpa luka yang berarti. 

Nah, 2 hari yg lalu tiba2 rasa sakit itu muncul lagi.. saya biarkan saja toh biasanya jg sembuh sendiri. Eeeeh.. siapa sangka paginya saat selesai wudhu mau sholat subuh, pas ngaca gitu, (sempet ya ngaca sbeleum sholat haha, maklum ada cermin sih di depan kamar mndi), shock melihat muka sendiri pagi2 buta itu. Bukan krn sy ga cantik ya.. hihii.. tapi krn dlm semalam saya bertambah chubby. Kok bisa! 

Saya amat amati wajah saya yg berubah chubby itu..geli sendiri gitu. Dan setelah saya pegang dan tekan tekan pada pipinya yg keliatan aneh itu, sakit! Ow, jadi saya ini bukan tumpukan lemak, tp ini bangkak sodara sodara. Shock saya, baru kali ini bengkak gegara ulh geraham belakang. 

Instropeksi dirilah saya, kenapa bisa sampai kambuh lagi sakit di geraham belakang ini, bahkan sampai bengkak. Kalau harus flasback bbrp hari terakhir, entah ini ada kaitannya atau tidak, yg terjadi pada saya adalah stres. Iya, saya mengalami stress dlm bbrp hari terakhir. Too much worry, too much thinking, and too much sadness. 

Sudah banyak penelitian yg menjelaskan bahwa stress sangat mempengaruhi kesehatan seseorang. Bahkan setaun yg lalu saya juga melakukan penelitian ttg stress, darah tinggi, dan MDA. Baik itu psychological stress ataupun physical stress. Dan hasilnya jelas2 menunjuukan nilai yg buruk pada kelompok yg diberi paparan stress (dg model hwn coba). Sebenernya, bbrp waktu lalu saat sdg stress saya inget penelitian saya itu dan banyak penelitian lain yg prnh sy baca, lalu mencoba menenangkan diri agar ga kena dampak negatif nya. Krn efek buruknya bisa sampai ke arah cardiovaskular disease je jika berlangsung lama (stres kronis). 

Krn saya masih sayang tubuh saya, dan ga mau mendzolimi nya, akhirnya.. kalau stres muncul langsung cepat-cepat istighfar, cepat2 melakukan hal2 yg bisa mengalihkan diri dari stress. Itu adl salah satu cr memanage stress. 

Ibu saya tau banget, kalau saya stress sudah pasti dan akan selalu kejadian yaitu muncul sariawan. Dulu sy pikir sariawan saya itu krn krg vit c (kan pelajaran dr Sd-SMA kan bilangnya gitu ya..). Tapi ini frekuensinya sangat tinggi, nyaingin haid yg datang tiap bulan. Jd, sy anggap ibu sy benar. Dan benar adanya, bbrp waktu lalu, gusi depan atas mulai perih, setelah dicek ternyata sudah ada sariawan kecil disitu. Nahhh, bener nih udah mulai bermunculan tanda2 fisik akibat stress. Mulai dari menyadai ini, saya langsung hati2.. tapi sepertinya terlambat, 2 hari setelahnya mulailanh nyeri di gigi geraham belakang itu muncul dan akhirnya bengkak!

Yaah, semua ada hikmahnya.. sedih boleh, tp jangan over sedih.. ntar bisa depresi lo. Stress boleh, krn dr penelitian stress dlm jmlh yg tepat itu bermanfaat, tp kalau berlebihan bisa menimbulkan depresi, anxiety, pusing, nyeri, gangguan nafsu makan, gangguan pencernaan, dan gangguan hormonal lainnya. 

Hikmahnya adalah, ya itung2 pengalaman periksa ke dokter gigi. Walaupun pernah ke dokter gigi tapi kan bukan krn sakit, tp sekedar bersihin karang aja. Dari sini sy jadi tau, periksa gigi di puskesmas/klinik umum itu meski antrinya cuma 2 atau 3 org… beuuuuuh nunggunya setara dengan belasan org antri di poli umum. Jadi, kalau pas daftar ke poli gigi kamu tanya “saya nomor berapa mbak?” Dan dijawab “nomer 3 mbak”, please jangan bahagia dulu. Bahagia itu kalau km bis dpt antrian pertama di poli gigi. Ingat itu.

Hikmah selanjutnya adalah, Allah sengaja ingin melihatkan kpd saya bahwa di antara hambanya yg lalai, masih banyak hambanya yg mengingatnya. Maksudnya, Allah menunjukka pd sy slh satu sosok dokter yg baik. Jadi, ketika mau mulai meriksa, hal pertama yg dilakukannya adalah baca bismillah dulu. Selama ini saya blm pernah diperiksa sama dokter dan mereka akan baca bismillah dulu sblm meriksa. Ramah pula. Saya sering periksa, baik puskesmas, klinik, atau RS.. dokternya itu lo.. pelit ngomong, mana muka datar lagi, dan ga njelasin apa2 cuma kasih resep dan udah selesai.. huuuft. Yaa.. yaa.. mungkin saking banyaknya pasien jadi capek kali ya.  Oke kembali ke awal, sy yakin masih banyak juga yg baik sperti yg sy ceritakan di awal,, cm masalahnya sy blm pernah mengalaminya sebelumnya. Jadi, dari sini saya mulai merasa senang, masih banyak lo dokter yg baik dan selalu ingat Allah saat menjalankan praktek. Karena jujur saja, slm 2 tahun terakhir ini saya dicekoki berita2 yg jelek melulu sehingga terbentuk stereotip jelek. 

Hikmah lainnya, saya sekarang sedikit mengerti kenapa org2 sering bilang lebih baik sakit gigi drpd sakit hati. Sakit gigi aja sakitnya kayak gini lo, kepalanya nyut nyutan, bahkan saya sampai demam, lalu pas nyerinya sampai ubun2 rasanya hilang konsentrasi, tangan gemetar saking nahan sakitnya. Lebai ya? Iya keliatannya lebai, tp itu yg saya alami semalam saat nunggu antrian di poli gigi. Kalau sakit gigi segitu parahnya, gimana sakit hati? Makanya itu, saya tdk mau main2 sama yg namanya hati. Banyak kejadian sampai bunuh diri gegara tdk kuat menahan sakit hati. Tp udah pada tau gitu, eeh masih aja pada main2 sama hati. Ya begitulah manusia ya.. semakin mendekat bahaya, semakin seru katanya.. 

Kalau saya sih mending jauh2 lah.. krn saya pasti ga kuat kalau hrs nanggung sakit hati.. hehe.. Kalau mau serius ya monggo, kalau cm main2 maaf mending tidak usah ya..  (loh haha). Sudahlah ini sudah melantur.. 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Sang Pemilik [Sebuah Dialog]

Ada payung tak berpenghuni..
Pakai saja! 

Tidak, kita tdk bs asal pakai gitu aja, siapa tau sdh ad yg pinjam
Tp itu kosong! 

Who knows? Mungkin sdg ditinggal, barang sbentar..
Gimana kalau lama? Kan bisa kita manfaatkan..?

Ya ttp tdk boleh, bukan punya kita, bukan hak kita..meski skrg terlihat kosong..
Itu jg bukan miliknya yg pinjem kan?

Iya, memang, tp sdh ada ksepakatan dr yg minjam dan yg punya, kt tdk boleh merebutnya..kecuali dg ijin yg peminjam..
Tapi kan, dari tadi kita tau sendiri kalau itu kosong, siapa tau yg pinjem mmg sdh pergi tidak balik lagi?

Kalau begitu, lbh baik kita tanya saja drpd bingung..
Tanya ke yang minjem? Kan ga ada org nya..

Bukan, pada yg punya.. dia lebih tau. Pinjam kan jg ada aturan dan batas waktunya, kalau memang itu sdh berstatus free, atas ijin pemilik, maka mari kita pakai. Kalau statusnya msh dipakai org, mungkin si pemilik punya payung lain yg bisa kita pakai kan? 
Tapi.. disitu cuma ada itu yg kosong, yg lain sdh penuh..

Loh, kok kamu pesimis sekali, bisa sj kan ada payung baru yg masih dilipat dan kita tdk tau krn memang masih disimpan sama pemiliknya.. ah kamu sukanya mengira2 sesuai apa yg km lihat saja, lalu menyimpulkan sendiri apa yg sebenrnya blm tentu benar..
bikin ribet diri sendiri,
dan akhirnya sering bikin sakit hati sendiri, iya kan?
Iya…

.
Maknai sendiri, dan simpulkan sendiri.. 

#parangtritis #beach #jogjakarta #indonesia #nature #darksandbeach #darkblueocean #umbrella #picnic #sundayfunday 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Etalase Negara yang Terbengkalai

It has been 2 years since my first visit in this place, the youngest province in Indonesia. I bet, 2 years ago, some of you didn’t notice that there was new province in Indonesia, right? Haha, so did I.

Honestly, I’ve never heard Kaltara until I joined in this project, making Regional Long-Term Development Plan 2005-2025, a collaboration of Regional Development Planning Agencies (Bappeda) with my University in 2014.

Two years later, and suddenly I got an “invitation” to go to this place for the second time. Wow. I don’t believe it. Not same, but similar, arranging regional mid-term development plan, a continued program from the 2014 project.

PANO_20160312_080311

And here I was 2 weeks ago. I still believe that always something fantastic to experience. Different friends made a different “adventure and journey”.

Hallo Tanjung Selor, I meet you again! And do you know? Since I’ve stayed here for several days before, my friends treated me as a NATIVE and i fell like their guide.

“So, Where we’ll go first Din?”,
“Ok, so where should we eat tonight?”,
“Is the food in this ‘warung’ delicious?”,
“if we take this direction, is it right or not?”,
“where is the location of Rambutan Street?”
“Where did the government offices move?”

And the required question every time and every day is “so, where will we eat now?” hahaha, it was so funny!

but..

I was so surprise to know that YOU’ve developed so fast. (So sorry i didn’t capture the pict!)

I really remember, first time, when i rode motorcycle around the city, suasana jalanannya sangat sepiii, sepii sekali untuk ukuran jalan lebar seperti ring road kalau di jogja. Rasanya seperti jalan milik sendiri. Apalagi waktu itu saya hanya berdua dengan partner saya (baca: perempuan). Dan saat itu bebas saja mau melanggar lalu lintas, karena saking sepinya astagaa. hahaa..

And now, mobil sudah lalu lalang di mana-mana, so many stores along the road, so many people visit your place every day, and so many new office buldings, your night life is not gloomy again so I can more easily find a place or “warung” for dinner. And the Crown Hotel is full booked! Sebagai hotel paling nge-hits se-Bulungan, I’m so sad to know that damn fact! But, honestly from the deepest of my heart, I’m glad to see that. As a capital city from the newest province, you have to run in super high speed so that you can stand beside your older brothers proudly, or maybe you will pass them in the future.

Mungkin karena saya anak kota, jadi ngrasain naik moda transportasi yang lain dari biasanya itu suatu adventure tersendiri buat saya. I tried all kinds transportation, small plane, mini speed boat (Read: Sepit), medium Sepit, and the big one. To cross the big river, people usually use Ketinting, and you only need IDR 5K/person. And you can bring your motor cycle on it! wow it was an amazing fact for me.

Sungai Kayan Sun Set

Ride a Ketinting in Sungai Kayan: Mission Completed! Cita-cita 2 tahun lalu yg akhirnya tercapai juga. Alhamdulillah.  

Dulu sempat heran, kenapa ibu kota provinsi ini tidak di Tarakan saja, secara Tarakan adalah satu-satunya kota dan pusat perekonomian serta secara kasat mata sangat dapat dilihat kalau dia yang paling maju dibanding daerah lain. Sebagai orang yang tidak tau menahu tentang dunia politik dan ekonomi, apalagi tata ruang, saya beranggapan bahwa akan lebih baik jika ibu kota ada di kota ini. Tapi, sepertinya saya salah. Pemisahan pusat pemerintahan dengan pusat ekonomi/bisnis/industri sepertinya adalah pola yang bijaksana. Tarakan sudah terlalu sesak. Jika pusat pemerintahan didirikan di sana, kota itu akan over crowded dan mungkin beberapa tahun mendatang sudah tidak bisa berkembang.

Hutan.jpg

Pola seperti ini sama seperti yang diterapkan di Amerika, Malaysia, Australia, dan beberapa negara maju lainnya. Mengutip apa yang pernah di sampaikan Ustadz Salim A Fillah dalam postingannya di Instagram, jauh sebelum ini, di Nusantara, historically, pola seperti ini sudah dikonsepkan oleh salah satu Raja Jawa kala itu, Sultan Agung dari Mataran Kingdom (1613-1645). Kota Gedhe yang awalnya menjadi ibu kota sejak 1575 dirasa semakin padat oleh kegiatan perniagaan dengan pusat di Pasar Gedenya, dimulailah pembangunan ibu kota baru di Karta daerah Pleret Bantul pada 1614 dan mulai ditempati 1622. Sayangnya sang Raja hebat itu keburu wafat pada 1645.

Tanah Kuning

Dermaga Muddani di Desa Tanah Kuning, Tanjung Palas Timur, Kab. Bulungan (Rencananya sih di daerah ini mau dibangun Kawasan Industri Pelabuhan Int. dan Kawasan Ekonomi  Khusus)

The creation of this province is the best choice, since the East Kalimantan (the mother province) was toooo wide, so some areas which located far away from a center of government seperti kurang dilirik dan kurang mendapat perhatian. Terlebih, daerah-daerah tersebut adalah daerah batas negara yang selama ini selalu memenuhi berita-berita di televisi dan media massa tentang konflik perebutan wilayah dengan Malaysia lah, ketimpangan hidup antara Indo-Malay lah, tentang rakyat kita yang lebih memilih sekolah dan berobat di negara tetangga lah, tentang rakyat kita yang lebih memilih bertransaksi menggunakan ringgit malaysia lah, tentang keterbatasan, tentang keterbelakangan.

Etalase negara yang terbengkalai..

This Province itself is an answer for our question about the Indonesian window in the borderline. Having a big potency, I hope, we hope.. that you’re really the answer..

Pantai Mangku Padi

Mangkupadi Beach, Tanjung Palas Timur, Kab. Bulungan, Prov. Kaltara

Posted in adventure | Tagged , , , , , , , | Leave a comment